Kisah Fredy, Korban Selamat tragedi MZ 724 tahun 1993



Saya masih tertidur ketika pesawat akan mendarat. Itu kebiasaan saya kemanapun saya terbang. Saya duduk di bangku nmor 5C. saya terbangun karena mendengan suara bel “dilarang merokok” berbunyi. Itu juga kebiasan saya, saya selalu terbangun setiap mendengar bunyi.
Seperti biasa, setelah terbangun saya melihat keluar. Nah… saya melihat permukaan air laut sudah dekat sekali. Sedekat tempat tidur ini dari lantai (kurang dari 1 m). kok dekat sekali, saya berfkir. Mau naik tapi terus kena. Daarrr saya pegang kursi depan. Rupanya roda liri nyangkut di tebing, sayap patang dan pesawat oleng. Saya lihat teman2 dalam pesawat terlempar. Sayajuga lihat anak2 terlepas lalu jatuh ke bawah kursi koridor. Saat pesawat ehndak menabrak tebing saya tidak merasa pesawat terhempas atau digeser angin.
Mungkin setelah sayap patah, saya berputar, dan mungkin siku saya menghantam ursi depan.kepala saya berada di bawah dan kaki saya di atas. Saat itu saya masih sadar. Tetap pegangan, tapi lalu jatuh lagi. Lalu saya tak sdar. Setelah sadar saya merasa dingin di kaki karena terendam di air.
Saat itu saya berfikir, tadi saya di pesawat kok sekarang di air.? Oh… berarti pesawat saya jatuh. Saya lihat di belakang ada pulau, nah…. Saya ke pulau lah. Paling nanti di tolong orang. Saya keluar dari safety belt. Lalu saya keluar dari pecahan bagian tengah pesawat. Ketika saya berdiri saya kena kepala. Rupanya itu kepala ibu yg terhempas tadi. Saya pegang tanganya dan memanggil “ibu..ibu”. tanganya dingin dan dia tidak bergerak. Saya lihat kiri kanan sudah mayat semua.
Saya lalu ditolong nelayan2 yg biasa jemput penumpang mau ke sorong. Rupanya mereka pada berdatangan setelah melihat ada pesawat jatuh

0 comments: